BLANTERVIO103

Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning)

Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning)
3/01/2019

Hosnan (2014: 319) mengemukakan bahwa model PjBL (Project Based Learning) atau pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang memberdayakan proyek/kegiatan sebagai media. Guru menginstruksikan peserta didik untuk melakukan serangkaian kegiatan eksplorasi, penilaian, interpretasi dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. Model pembelajaran ini menggunakan masalah sehari-hari sebagai langkah pertama dalam mengumpulkan dan menginterpretasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata.

Pengertian lain dari PjBL yaitu pembelajaran inovatif yang berinti pada peserta didik (student centered) dan menempatkan guru sebagai fasilitator dan motivator, dimana peserta didik diberi peluang bekerja secara bebas membangun belajarnya (Al-Tabani, 2014: 42). Sedangkan Kurniasih dan Sani (2014: 36) mengatakan bahwa model PjBL adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai inti pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kerjasama.

Langkah-langkah Project Based Learning
Hosnan (2014: 325) mengatakan bahwa secara umum langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek dapat dikemukakan dengan bagan berikut.

  1. Penentuan pertanyaan mendasar atau lebih dikenal dengan driving question. Pada langkah ini, peserta didik menentukan tema/topik proyek berdasarkan tugas proyek yang diberikan oleh guru. peserta didik diberi kesempatan untuk memilih/menentukan proyek yang akan dikerjakannya, baik secara kelompok ataupun mandiri dengan catatan tidak menyimpang dari tugas yang diberikan guru.
  2. Menyusun perencanaan proyek atau devise plan. Peserta didik merancang langkah-langkah kegiatan penyelsaian proyek dari awal sampai akhir beserta pengelolaannya. Kegiatan perancangan proyek ini berisi aturan main dalam pelaksaan tugas proyek, pemilihan aktifitas yang dapat mendukung tugas proyek, pengintegrasian berbagai kemungkinan penyelesaian tugas proyek, perencanaan sumber,/bahan/alat yang dapat mendukung penyelesaian tugas proyek dan kerjasama antar anggota kelompok.
  3. Menyusun jadwal. melalui pendampingan guru peserta didik dapat melakukan penjadwalan semua keiatan yang telah dirancangnya, berapa proyek itu harus diselesaikan tahap demi tahap.
  4. Memantau atau monitoring dilakukan ketika proses pengerjaan proyek. Langkah ini merupakan langkah pengimplementasian rancangan proyek yang telah dibuat. Aktivitas yang dapat dilakukan dalam kegiatan proyek, diantaranya adalah dengan (a) membaca, (b) meneliti, (c) observasi, (d) interview, (e) merekam, (f) berkarya seni, (g) mengunjungi objek proyek, atau (h) akses internet. Guru bertanggung jawab memonitor aktivitas peserta didik dalam melaksanakan tugas proyek, mulai proses hingga penyelesaian proyek. Pada kegiatan monitoring, guru membuat rubrik yang akan dapat merekam aktivitas peserta didik dalam menyelesaikan tugas proyek.
  5. Penyusunan laporan dan presentasi. hasil proyek dalam bentuk produk, baik itu produk karya tulis, karya seni atau karya teknologi/prakarya dipresentasikan dan dipublikasikan kepada peserta didik yang lain dan guru dalam bentuk pameran produk pembelajaran.
  6. Evaluasi proses dan hasil proyek. Guru dan peserta didik pada akhir proses pembelajaran melakukan refleksi terhadap aktifitas dan hasil tugas proyek . proses refleksi pada tugas proyek dapat dilakukan secara kelompok maupun individu. Pada tahap evaluasi, peserta didik diberi kesempatan mengemukakan pengalamannya selama menyelesaikan tugas proyek yang berkembang untuk diskusi untuk memperbaiki kinerja selama menyelesaikan tugas proyek. Pada tahap ini, juga dilakukan umpan balik terhadap proses dan produk yang telah disampaikan.
Kelebihan Project Based Learning
Kelebihan model PjBL menurut Hosnan (2014: 325) diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam kegiatan belajar mengajar.
  2. Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik.
  3. Meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dalam kemampuan pemecahan masalah dengan hasil produk realistis berupa barang atau jasa.
  4. Mengembangkan dan meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengurus atau menjalankan sumber/bahan/alat untuk menyelesaikan tugas.
  5. Meningkatkan sikap kerjasama antar peserta didik.
Kelemahan Project Based Learning
Selain mempunyai kelebihan, model PjBL juga mempunyai kelemahan. Kelemahan model PjBL menurut Kurniasih dan Sani (2014: 84) yaitu:

  1. Membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan masalah.
  2. Membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
  3. Banyak guru yang merasa nyaman dengan kelas konvensional, dimana guru memegang peran vital atau pokok di kelas.
  4. Memerlukan banyak alat dan bahan yang perlu disediakan.
  5. Peserta didik yang lemah dalam praktik dan pengumpulan informasi akan mengalami lambat belajar.
  6. Dalam kerja kelompok terdapat peserta didik yang pasif
  7. Ketika problem atau topik yang dibebankan pada masing-masing kelompok tidak sama, dikhawatirkan peserta didik tidak bisa memahami topik secara komprehensif atau menyuluh.
Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

Berkomentarlah dengan cerdas dan santun

Emoticon
2882994598725087150