BLANTERVIO103

Keterampilan Mengajar Guru

Keterampilan Mengajar Guru
3/07/2019

Keterampilan guru atau keterampilan dasar mengajar merupakan keterampilan yang wajib dimiliki seorang guru dalam interaksi edukatif untuk mencerdaskan anak didiknya (Djamarah, 2005: 99). Dengan keterampilan tersebut diharapkan guru mampu mengoptimalkan perannya di kelas. Sedangkan menurut Suyono dan Hariyanto (2011: 212) keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang pengajar hakikatnya terkait seberapa jauh kemampuan guru dalam menerapkan berbagai metode mengajar. Ada delapan keterampilan mengajar menurut Suyono dan Hariyanto (2011: 213-235), yakni:

1. Keterampilan bertanya atau mengajukan pertanyaan
Dalam hal ini guru mengajukan pertanyaan pada peserta didik untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang baru dipelajari peserta didik untuk mengetahui apakah peserta didik benar-benar belajar atau memperoleh pengetahuan dari pembelajaran.

2. Keterampilan menjelaskan atau menerangkan
Menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentanng suatu keadaan, benda, data maupun fakta sesuai dengan waktu dan aturan yang berlaku. Menjelaskan merupakan aspek yang sangat penting dalam pembelajaran, karena pembelajaran apapun baik konvensional maupun kolaboratif dan koperatif akan selalu memerlukan penjelasan dari guru. guru bisa saja sebagai motivator, mediator atau fasilitator, namun tidak akan terlepas dari fungsinya sebagai explainer atau pemberi penjelasan.

3. Modelling
Dalam modelling guru mengajar dengan berbantuan model-model. Model dapat berupa alat peraga dua dimensi maupun tiga dimensi. Model akan bermakna jika guru mengiringinya dengan penjelasan atau ceramah. Model dalam hal ini berarti peraga suatu pembelajaran.

4. Demonstrasi
Demonstrasi berarti guru memberikan contoh atau menunjukkan suatu perilaku dan sifat-sifat sesuatu di depan peserta didik tanpa peserta didik melakukannya secara mandiri. Demonstrasi dapat dilakukan dengan alat peraga maupun tanpa alat peraga. Tanpa alat peraga berarti menggunakan bahasa tubuh atau gerakan tubuh tertentu.

5. Membangun Kolaborasi
Kolaborasi dalam hal ini adalah membentuk diskusi dalam kelompok kecil. Kolaborasi akan efektif apabila ruang kelas ditata dengan tidak menggambarkan situasi klasikal, namun dapat berbentuk setengah lingkaran, huruf U, kelompok tatap muka empat-empat, dobel setengah lingkaran dan sebagainya.

6. Memberikan Penguatan

Pemberian penguatan lebih efesien daripada pemberian hukuman. Secara psikologis individu memerlukan penghargaan atas apa yang dilakukannya. Guru yang baik selalu memberikan penguatan, baik berupa penguatan verbal (diungkapkan dengan kata-kata) maupun nonverbal (dapat berupa gerak, isyarat, sentuhan, elusan, pendekatan, dll) yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku peserta didik yang mempunyai tujuan untuk memberikan feedback pada peserta didik atas perbuatan yang baik sebagai dorongan, sehingga perbuatan tersebut akan terus diulang.

7. Memberikan Variasi
Membuat variasi dalam pembelajaran sangat penting dilakukan, agar peserta didik tidak mengalami kebosanan dan kejenuhan belajar. Menggunakan variasi dalam hal ini guru melakukan berbagai aktivitas untuk membuat peserta didik tekun, memperhatikan, antusias, termotivasi dan berperan serta secara aktif. Variasi dapat berupa penggunaan model pembelajaram, metode, alat peraga dan media, diskusi, eksperimen, demonstrasi maupun praktek.

8. Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

Membuka pelajaran dapat diartikan dengan aktivitas guru untuk menciptakan kondisi siap mental dan menimbulkan perhatian peserta didik agar terpusat pada apa yang akan dipelajari. Sedangkan menutup pelajaran adalah aktivitas guru untuk mengakhiri kegiatan inti pembelajaran, terkait dengan pemberian gambaran penuh tentang apa yang telah dilalui peserta didik, mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan guru dalam proses pembelajaran.

Pendapat yang disampaikan Suyono dan Hariyanto tersebut didukung dengan pendapat Turney (dalam Majid, 2013: 233-234) yang menyebutkan delapan keterampilan dasar mengajar guru. Kedepalan keterampilan mengajar tersebut antara lain: (1) keterampilan bertanya, (2) keterampilan memberi penguatan, (3) keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, (4) keterampilan menjelaskan, (5) keterampilan membuka dan menutup pelajaran, (6) keterampilan membimbing diskusi kecil, (7) keterampilan mengelola kelas, dan (8) keterampilan mengadakan variasi.

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli diatas dapat disimpulkan keterampilan dasar mengajar seorang guru adalah kondisi guru sebagai pendidik yang bertanggung jawab sebagai fasilitator, motivator dan explainer bagi peserta didik untuk mengambangkan pengetahuannya agar tercapai hasil yang maksimal, guru dituntuk agar dapat membimbing peserta didik dalam proses belajarnya dan kreatif dalam merencakan tindakan agar tercapai pembelajaran yang bermakna. Pada penelitian ini,peneliti menetapkan delapan keterampilan dalam mengajar, keterampilan tersebut antara lain: (1) keterampilan membuka dan menutup pelajaran, (2) keterampilan bertanya, (3) keterampilan menjelaskan (4) modelling, (5) keterampilan melakukan variasi pembelajaran, (6) keterampilan mengajar diskusi kelompok, (7) keterampilan mengelola kelas, dan (8) keterampilan memberikan penguatan dan simpulan.
Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

Berkomentarlah dengan cerdas dan santun

Emoticon
2882994598725087150