BLANTERVIO103

Aktivitas Belajar Peserta Didik

Aktivitas Belajar Peserta Didik
3/06/2019

Menurut Suyono dan Hariyanto (2011: 9), “belajar adalah suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan kepribadian”. Belajar berarti perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan berbagai kegiatan yang bisa memberikan hasil pada usahanya menemukan sesuatu yang diinginkan. Sedangkan menurut Susanto (2013, 1) belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan individu dengan sengaja dan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman, atau pengetahuan baru yang memungkinkan individu tersebut mengalami perubahan pola pikir, perilaku dan tindakan.

Pada dasarnya suatu kegiatan belajar mengajar dilakukan untuk membelajarkan peserta didik, artinya kegiatan tersebut dirancang memposisikan peserta didik sebagai subjek belajar. Dalam hal ini seseorang yang belajar tidak akan lepas dari suatu situasi, siatuasi akan menentukan aktivitas apa yang akan dilakukan peserta didik dalam belajar (Djamarah, 2011: 38). Aktivitas peserta didik pada kegiatan pembelajaran menjadi titik pusat yang perlu dimaksimalkan oleh guru. Hal tersebut perlu untuk dilakukan mengingat belajar merupakan kegiatan yang tidak dapat terlepas dari aktivitas-aktivitas peserta didik dalam memperoleh pengetahuan. Pengoptimalan aktivitas peserta didik juga agar terciptanya pembelajaran berbasis learning by doing, artinya sebuah pengetahuan didapatkan dari kegiatan atau tindakan.

Djamarah (2011: 38) menyebutkan terdapat sebelas aktivitas yang dilakukan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Aktivitas tersebut adalah (1) mendengarkan, (2) memandang, (3) meraba, membau, dan mencicipi/mengecap, (4) menulis/mencatat, (5) membaca, (6) membuat ikhtisar atau ringkasan dan menggarisbawahi, (7) mengamati tabel-tabel, diagram, dan bagan, (8) menyusun paper atau kertas kerja, (9) mengingat, (10) berpikir, dan (11) latihan atau praktek.

Sedangkan menurut Paul D. Dierich (dalam Hamalik, 2004: 172-173) aktivitas peserta didik dikelompokkan dalam delapan klasifikasi sebagai berikut.

  1. Kegiatan visual, misalnya: membaca, melihat gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran dan mengamati orang lain.
  2. Kegiatan oral/lisan, misalnya: mengemukakan fakta/prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi dan interupsi.
  3. Kegiatan mendengarkan, misalnya: mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan/diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan, dan mendengarkan radio.
  4. Kegiatan menulis, misalnya: menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan kopi, membuat rangkuman, mengerjakan tes, dan mengisi angket.
  5. Kegiatan menggambar, misalnya: menggambar, membuat grafik, chart, diagram peta dan pola.
  6. Kegiatan metrik, misalnya: melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, menari, dan berkebun.
  7. Kegiatan mental, misalnya: merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis, melihat hubungan-hubungan, dan membuat putusan.
  8. Kegiatan emosional, misalnya: minat, berani, tenang, gugup, gembira, semangat, dan bosan.
Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

Berkomentarlah dengan cerdas dan santun

Emoticon
2882994598725087150