Saturday, February 2, 2019

Unsur-unsur Puisi


Puisi merupakan sebuah karya sastra yang mengekspresian perasaan seseorang yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama dan penuh makna. Secara garis besar, unsur-unsur yang membangun puisi dibagi menjadi dua macam, yakni struktur fisik dan struktur batin.

Menurut Waluyo (dalam Kosasih, 2012: 97) secara garis besar, unsur-unsur puisi terbagi ke dalam dua macam, yakni unsur fisik dan unsur batin.

1. Unsur fisik
Unsur fisik meliputi hal-hal sebagai berikut.

a. Diksi (Pemilihan Kata)
Kata-kata yang digunakan dalam puisi merupakan hasil pemilihan yang sangat cermat. Kata-katanya merupakan hasil pertimbangan, baik itu makna, susunan bunyinya, maupun hubungan kata itu dengan kata-kata lain dalam baris dan baitnya. Kata-kata dalam puisi bersifat konotatif dan denotatif. Kata-kata yang dipilih hendaknya bersifat puitis, yang mempunyai efek keindahan. Bunyinya harus indah dan mempunyai keharmonisan dengan kata-kata lainnya.

b. Pengimajinasian
Pengimajinasian adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut, pembaca seolah-olah merasa, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair.

c. Kata Konkret
Kata konkret merupakan kata-kata yang dapat diterima oleh panca indera manusia dan dapat membangkitkan imajinasi para pembaca. Dalam membangkitkan imajinasi, kata-kata yang digunakan harus diperkonkret atau diperjelas, sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, merasakan apa yang dialami oleh sang penyair.

d. Bahasa Figuratif (Majas)
Majas (figurative language) ialah bahasa yang digunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara membandingkan dengan benda atau kata lain. Majas mengiaskan atau mempersamakan sesuatu dengan hal yang lain. Maksudnya, agar gambaran benda yang dibandingkan itu lebih jelas.

e. Rima atau Ritma
Rima dapat diartikan juga sebagai pengulangan bunyi dalam puisi. Dengan adanya rima, suatu puisi menjadi indah. Makna yang ditimbulkan juga lebih kuat. Selain rima, ritma juga merupakan unsur fisik puisi, yang diartikan sebagai pengulangan kata, frase, atau kalimat dalam bait-bait puisi.

f. Tata wajah (Tipografi)
Tipografi merupakan pembeda yang penting antara puisi dengan prosa dan drama. Larik-larik puisi tidak berbentuk paragraf, melainkan membentuk bait.

2. Unsur Batin

Unsur batin meliputi hal-hal sebagai berikut.
a. Tema
Tema ialah gagasan pokok atau ide pikiran yang diungkapkan seorang penyair ke dalam puisinya. Tema berfungsi sebagai landasan utama penyair dalam puisinya. Tema itulah yang menjadi kerangka pengembangan sebuah karya puisi. Jika landasan awalnya tentang keindahan alam, maka keseluruhan struktur puisi tersebut tak lepas dari unsur keindahan alam.

b. Perasaan

Puisi merupakan sebuah karya sastra yang mewakili ekspresi perasaan seorang penyair. Bentuk ekspresi tersebut dapat berupa kerinduan, kegelisahan atau pengagungan kepada kekasih, alam atau kepada Sang Khalik.

c. Nada dan suasana

Nada puisi merupakan sikap atau cara seorang penyair dalam menyampaikan puisinya sehingga efeknya terasa oleh pembacanya. Dalam menulis puisi, penyair mempunyai sikap tertentu terhadap pembaca, misalnya seperti bersikap menasehati, mencela, menggurui, mengejek, menyidir atau bersikap lugas hanya menceritakan sesuatu kepada pembaca. Adapun suasana merupakan keadaan jiwa atau efek yang dirasakan pembaca setelah membaca puisi.

d. Amanat

Amanat merupakan hal yang mendorong penyair untuk menciptakan puisi. Amanat yang hendak disampaikan oleh penyair dapat ditelaah setelah kita memahami tema, rasa, dan nada puisi.

Hanya Seorang Pecinta Anime

Berkomentarlah dengan cerdas dan santun
EmoticonEmoticon