BLANTERVIO103

Pengertian Pemahaman Konsep

Pengertian Pemahaman Konsep
2/19/2019

Menurut Anderson dan Krathwohl (2014: 105), pemahaman adalah pengkonstruksian atau pembangunan makna dari pesan-pesan pembelajaran baik berupa lisan, tulisan maupun grafis yang disampaikan melalui pengajaran, buku atau proyektor. Adapun pemahaman disini diartikan sebagai pemberian gambaran akan suatu objek. Sedangkan pengertian pemahaman menurut Bloom (dalam Susanto, 2015: 6) adalah kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman menurut Bloom ini adalah sejauh mana peserta didik dapat menerima, menyerap, dan memahami pelajaran dari guru, atau seberapa besar peserta didik mampu memahami serta mengerti apa yang dia baca, yang dilihat, yang dialami.

Djamarah (2011: 30) mengartikan konsep sebagai satuan arti yang mewakili objek yang dilambangkan dengan kata atau bahasa. Pada dasarnya suatu objek tidak mempunyai nama, untuk memberikan pengertian pada objek itu dibutuhkan konsep yang didefinisikan dengan menggunakan lambang bahasa. Selama proses pembelajaran di kelas, peserta didik dituntut untuk menguasai konsep kata-kata tertentu. Sebab dengan penguasaan konsep maka akan didapatkan pengertian yang benar atas kata-kata yang dipelajari. Konsep yang dimaksudkan disini berarti pengertian yang benar akan suatu objek. Pengertian lain dari konsep adalah suatu gugusan atau sekelompok fakta/keterangan yang memiliki makna (Suyono dan Hariyanto, 2011: 145).

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat ditarik simpulan bahwa pemahaman konsep adalah proses dimana seseorang dalam hal ini adalah peserta didik dalam menerima, menyerap dan memahami suatu konsep yang ia jumpai dalam proses pembelajaran secara keseluruhan dan benar.

Indikator Pemahaman Konsep
Menurut Carin dan Sund (dalam Susanto, 2015: 6) pemahaman adalah suatu proses yang terdiri atas tujuh tahapan kemampuan, yaitu:

  • Translate major ideas into own words.
  • Interpret the relationship among major ideas.
  • Extrapolate or go beyond data to implication of major ideas.
  • Apply their knowledge and understandiong to solution of new problems in new situation.
  • Analiza or break an idea into its part and show that they understand their relationship
  • Shintesize or put elements together to form a new pattern and produce a unique communication, plann, or set of abstract relation.
  • Evaluate or make judsments based upon evidence.
Dari definisi yang diberikan Carin dan Sund, peneliti menetapkan indikator yang harus dicapai peserta didik dalam ranah pemahaman konsep, yakni memiliki indikator sebagai berikut.
  1. Menerjemahkan konsep dengan bahasa sendiri.
  2. Menafsirkan hubungan antar konsep.
  3. Memperhitungkan data dengan melibatkan konsep.
  4. Menerapkan pengetahuan dan pemahaman dalam memecahkan suatu masalah pada situasi baru.
  5. Menganalisis/memecah konsep menjadi beberapa bagian dan menunjukkan paham hubungannya.
  6. Menyatukan ide menjadi sebuah bentuk yang baru dengan bahasanya sendiri.
  7. Menilai/membuat keputusan berdasar pada fakta.
Penjelasan dari tiap butir indikator dan penerapannya dalam kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
  1. Menerjemahkan konsep dengan bahasa sendiri, peserta didik harus dapat menjelaskan pengertian maupun asal-usul dari konsep, misal pengertian konsep sumber daya alam dan pengertian konsep sumber daya alam hayati dan non hayati.
  2. Menafsirkan hubungan antar konsep, peserta didik harus dapat menunjukkan hubungan dari dua atau lebih konsep dengan menggunakan logika, misal menafsirkan hubungan antara air yang tercemar dengan hewan penghuni air seperti ikan.
  3. Memperhitungkan data dengan melibatkan konsep, peserta didik harus mampu mengkalkulasi atau membuat hipotesa dari suatu masalah. Misalnya mengkalkulasi akibat dari penggunaan minyak bumi secara berlebihan.
  4. Menerapkan pengetahuan dan pemahaman dalam memecahkan suatu masalah pada situasi baru, pada indikator ini peserta didik harus mampu mengaplikasikan konsep yang diperolehnya dalam bentuk ide maupun tindakan. Misalnya dalam penerapan konsep sumber daya alam tidak dapat diperbarui, peserta didik harus berpikir untuk menghemat dan memakai SDA secara bijaksana.
  5. Menganalisis/memecah konsep menjadi beberapa bagian dan menunjukkan paham hubungannya, peserta didik tetap mampu mengambil simpulan atau keputusan meskipun suatu konsep dibalik. Misalnya saat peserta didik harus menyebutkan contoh SDA yang dapat diperbarui serta menjelaskan alasannya dan menyimpulkan konsep SDA yang dapat diperbarui.
  6. Menyatukan ide menjadi sebuah bentuk baru dengan bahasanya sendiri, pada indikator ini peserta didik melakukan generalisasi dengan menggabungkan konsep/gagasan yang diketahui menjadi suatu struktur atau susunan lain.
  7. Menilai/membuat keputusan berdasar fakta, peserta didik mengeluarkan pendapatnya tentang suatu fakta. Misalnya saat dihadapkan pada permasalahan kemiskinan dan kelaparan, ketika negara indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. 
Pengukuran Pemahaman Konsep
Pemahaman konsep mengukur ranah kognitif dengan soal tes uraian, sedangkan ranah afektif diukur dengan lembar observasi aktivitas peserta didik, dan ranah psikomotorik diukur dengan lembar penilaian proyek dan produk.

a. Ranah Kognitif
Bloom (dalam Susanto, 2016: 22) menyatakan ranah kognitif adalah perubahan yang terjadi dalam kawasan kognisi. Pengukuran pemahaman konsep pada ranah kognitif dalam penelitian ini menggunakan soal tes uraian yang disesuaikan dengan indikator pemahaman konsep.
b. Ranah Afektif
Ranah afektif berhubungan dengan nilai-nilai yang kemudian dihubungkan dengan sikap dan perilaku. Sikap dan perilaku peserta didik akan dinilai saat proses kegiatan pembelajaran menggunakan model PjBL berlangsung. Penilaian ranah afektif akan dilakukan menggunakan lembar observasi aktivitas selama proses pembelajaran berlangsung. Penilaian akan dilakukan pada setiap pertemuan dalam dua siklus.
c. Ranah Psikomotorik
Ranah Psikomotik berkaitan dengan keterampilan dan kemampuan bertindak. keterampilan dan kemampuan bertindak akan dinilai dengan lembar penilaian proyek dan lembar penilaian produk. Aktivitas peserta didik ranah psikomotrik akan dinilai saat proses kegiatan pembelajaran menggunakan model PjBL berlangsung. Penilaian akan dilakukan pada setiap pertemuan dalam dua siklus.
Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

Berkomentarlah dengan cerdas dan santun

Emoticon
2882994598725087150