BLANTERVIO103

Langkah-langkah Menulis Puisi

Langkah-langkah Menulis Puisi
2/07/2019

Menurut Ganie (2010: 115) dalam menulis puisi ada beberapa tahapan-tahapan, diantaranya sebagai berikut:

a. Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan, seorang penyair harus menetapkan pokok pikiran yang akan diungkapkannya, atau pokok perasaan yang akan diekspresikannhya. Berkaitan dengan penentuan pokok pikiran dan perasaan, seorang penyair pada umumnya mendasarkan dirinya pada inspirasi (sumber ilham) yang sedang merasuk dengan hebat di dalam pikiran dan perasaan ketika itu. Inspirasi itu bisa datang dari mana saja, seperti pengalaman fisik, pengalaman batin, bahan bacaan, dan sumber-sumber inspirasi lainnya.

b. Tahap Pengendapan
Pada tahap pengendapan (inkubasi), seorang penyair harus mengerahkan segenap kemampuan kreatif yang dimilikinya agar dapat dengan mudah mengungkapkan pikiran dan mengekspresikan perasaannya secara tertulis. Dalam tahap ini, penyair harus berusaha memperkaya wawasannya mengenai pokok pikiran dan pokok perasaannya, contohnya seperti membaca sebanyak mungkin bahan-bahan tertulis yang isinya berhubungan langsung dengan apa yang akan diungkapkan atau diekspresikannya secara tertulis.

c. Tahap Pembulatan Inspirasi

Pada tahap ini, pikiran yang akan diungkapkan dan perasaan yang akan diekspresikan sudah mulai memasuki proses pengkristalan di wilayah bawah sadar, sudah mulai terbentuk secara imajinatif, dan sudah siap untuk dituangkan secara tertulis dalam bentuk puisi yang masih kasar.

d. Tahap Penulisan

Pada tahap ini, penyair harus duduk di meja tulis atau duduk di depan komputer dengan berusaha menuliskan segala sesuatu yang selama ini dipikirkan dan dirasakannya pada tahap pengendapan dan pembulatan inspirasi. Semuanya dituangkan secara tertulis tanpa kontrol diri, spontan, penuh gairah (seperti orang mabuk obat ekstasi), tanpa pertimbangan rasio, tanpa penilaian tepat tidaknya, tanpa penilaian baik buruk, dan tanpa nalar. Pada tahap ini, tidak ada kegiatan yang dilakukan oleh penyair kecuali menulis. Puisi yang dihasilkan pada tahap ini yakni puisi yang masih kasar, karena masih bersifat draf, yakni rancangan awal puisi yang masih harus dipoles lebih lanjut. Jadi bukan naskah jadi yang siap dipublikasikan secara terbuka di berbagai koran/majalah atau dalam bentuk buku tercetak.

e. Tahap Revisi

Pada tahap ini, penyair melakukan revisi terhadap draf naskah kasar. Perevisian dilakukan dengan memanfaatkan pengetahuan mengenai puisi dan kebahasaan yang ada padanya, dan memanfaatkan sensitifitasnya sebagai seorang penyair yang kreatif. Pada tahap ini, seorang penyair akan membuang kosakata yang dinalar tidak perlu, dan menambahkan kosakata yang dianggap perlu serta mengotak-atik kosakata.

f. Tahap Kiat Mengolah Kosakata

Ketika melakukan proses kreatif penulisan puisi, seorang penyair mau tidak mau akan menghadapi masalah diksi, yakni masalah pemilihan kata-kata yang paling indah. Berkaitan dengan masalah diksi, seorang penyair harus terlebih dahulu memilih ragam/jenis bahasa yang akan digunakannya sebagai sarana pengucapan dalam puisinya, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa tidak baku, dan bahasa asing.
Share This Article :
M Khoirul Anam

CEO and Founder of EduPedia

TAMBAHKAN KOMENTAR

Berkomentarlah dengan cerdas dan santun

Emoticon
2882994598725087150