BLANTERVIO103

Model Pembelajaran Think Talk Write

Model Pembelajaran Think Talk Write
10/09/2018
Menurut Miftahul Huda (2014: 218) model pembelajaran Think talk write merupakan strategi yang memfasilitasi latihan berbahasa secara lisan dan tertulis dengan lancar. Strategi tersebut mendorong siswa untuk think (berpikir), talk (berbicara/berdiskusi), dan kemudian write (menulis) suatu topik tertentu.



Shoimin (2014: 212) menjelaskan bahwa Think talk write merupakan suatu model pembelajaran untuk melatih keterampilan peserta didik dalam menulis. Think talk write menekankan perlunya perserta didik mengkomunikasikan hasil pemikirannya.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Think talk write merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan pada kemampuan berpikir, berbicara dan menulis peserta didik.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Think Talk Write 

Menurut Shoimin (2014: 214) langkah-langkah model Think talk write yakni sebagai berikut: 
  • Guru membagikan LKS yang memuat soal yang harus dikerjakan oleh siswa serta petunjuk pelaksanaanya. 
  • Peserta didik membaca masalah yang terdapat dalam LKS tersebut dan kemudian membuat catatan kecil secara individu tentang apa yang ia ketahui dan tidak ketahui dalam masalah tersebut. Ketika peserta didik membuat catatan kecil inilah akan terjadi proses berpikir (think) pada peserta didik. Setelah itu peserta didik berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut secara individu. Kegiatan ini bertujuan agar peserta didik dapat membedakan atau menyatukan ide-ide yang terdapat pada bacaan untuk kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa mereka sendiri. 
  • Guru membagi siswa ke dalam kelompok yang terdiri atas 3-5 siswa. 
  • Siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman satu kelompok untuk membahas isi dari hasil catatan (talk). Dalam kegiatan ini mereka menggunakan bahasa dan kata-kata mereka sendiri untuk menyampaikan ide-ide dalam diskusi. Pemahaman dibangun melalui interaksi dalam diskusi tersebut. Diskusi kelompok diharapkan dapat menghasilkan solusi atau pemecahan atas soal yang telah diberikan. 
  • Dari hasil diskusi, pesrta didik secara individu merumuskan pengetahuan berupa jawaban atas soal (berisi landasan dan keterkaitan konsep, metode, dan solusi) dalam bentuk tulisan (write) dengan bahasanya sendiri. Pada tulisan itu peserta didik menghubungkan ide-ide yang diperolehnya melalui diskusi kelompok. 
  • Perwakilan kelompok menyajikan hasil diskusinya, sedangkan kelompok lain diminta memberi tanggapan. 
  • Kegitan akhir pembelajaran yakni membuat refleksi dan kesimpulan atas materi yang telah dipelajari. Sebelum itu dipilih beberapa atau satu orang peserta didik sebagai perwakilan kelompok untuk menyajikan jawabannya, sedangkan kelompok lain diminta memberikan tanggapan.
Sedangkan menurut Lestari (2015: 55) langkah-langkah model pembelajaran Think talk write sebagai berikut:
  • Fase Teams, pembentukan kelompok yang terdiri atas 4-5 orang anggota yang heterogen. 
  • Fase Think, tahap berpikir dimana siswa membaca teks berupa soal. Pada tahap ini siswa secara individu memikirkan kemungkinan jawaban (strategi penyelesaian), membuat catatan kecil tentang ide-ide yang terdapat pada bacaan, atau hal-hal yang tidak dipahaminya sesuai dengan bahasanya sendiri. 
  • Fase Talk, pada tahap ini, siswa merefleksikan, menyusun, serta menguji ide-ide dalam kegiatan diskusi kelompok 
  • Fase Write, siswa secara individu merumuskan pengetahuan berupa jawaban atas soal (berisi landasan dan keterkaitan konsep, strategi dan solusi) dalam bentuk tulisan (write) dengan bahasanya sendiri. Pada tulisan itu, siswa meghubungkan ide-ide yang diperolehnya melalui diskusi.
Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

Berkomentarlah dengan cerdas dan santun

Emoticon
2882994598725087150