BLANTERVIO103

Model Pembelajaran Make a Match

Model Pembelajaran Make a Match
10/30/2018

Model pembelajaran  Make a Match atau membuat pasangan merupakan salah satu jenis dari model dalam pembelajaran kooperatif. Model ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Salah satu keuntungan model ini adalah siswa mencari pasangannya sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik tertentu, dalam suasana yang menyenangkan.

Sedangkan menurut Elin Rosalin (2008: 124) Model pembelajaran Make a Match adalah suatu model pembelajaran dimana guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan atau permasalahan dan kartu yang berisi jawaban.

Penerapan metode ini dimulai dengan teknik, yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum batas waktunya, siswa yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin.


Langkah-langkah pembelajaran model make a match adalah sebagai berikut: 
  • Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisikan beberapa konsep/topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban)
  • Setiap siswa mendapat satu kartu memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang
  • Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/kartu jawaban)
  • Siswa dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
  • Setelah satu babak, kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian sampai selesai
  • Kesimpulan.
Menurut Huda (2013: 252) langkah-langkah model pembelajaran Make a Match yaitu:
  • Guru menyampaikan materi
  • Siswa dibagi ke dalam dua kelompok secara heterogen
  • Guru membagikan kartu pertanyaan dan kartu jawaban
  • Guru menyampaikan bahwa mereka harus mencari pasangan yang tepat/sesuai
  • Guru meminta semua anggota kelompok untuk mencari pasangannya sesuai waktu yang telah ditentukan
  • Jika waktu sudah habis, siswa yang belum menemukan pasangan diminta untuk berkumpul tersendiri
  • Guru memanggil setiap pasangan untuk presentasi
  • Guru memberikan konfirmasi tentang kebenaran dan kecocokan pertanyaan dan jawaban pada setiap pasangan. 
Berikut ini merupakan kelebihan model pembelajaran menurut Huda (2013: 252) yakni sebagai berikut:
  1. Dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, baik secara kognitif maupun fisik. 
  2. Karena ada unsur permainan, metode ini menyenangkan
  3. Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
  4. Efektif sebagai sarana melatih keberanian siswa untuk tampil presentasi
  5. Efektif untuk melatih kedisiplinan siswa menghargai waktu untuk belajar. 
Adapun kekurangan dari model pembelajaran ini yang disampaikan oleh Huda (2013: 252) yaitu sebagai berikut:
  1. Banyaknya waktu yang terbuang
  2. Banyak siswa yang akan malu setiap berpasangan dengan lawan jenisnya
  3. Banyak siswa yang kurang memeperhatikan pada saat presentasi pasangan
  4. Menggunakan metode ini secara terus menerus akan menimbulkan kebosanan.
Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

Berkomentarlah dengan cerdas dan santun

Emoticon
2882994598725087150