BLANTERVIO103

Model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM)

Model Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM)
10/16/2018
Model PAKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Istilah Aktif, maksudnya pembelajaran merupakan sebuah proses aktif membangun makna dan pemahaman dari informasi, ilmu pengetahuan maupun pengalaman oleh peserta didik sendiri. Kreatif, memiliki makna bahwa pembelajaran merupakan sebuah proses mengembangkan kreatifitas peserta didik, karena pada dasarnya setiap individu memiliki imajinasi dan rasa ingin tahu yang tidak pernah berhenti. 

Pembelajaran dapat dikatakan Efektif jika mampu memberikan pengalaman baru kepada siswa membentuk kompetensi siswa, serta mengantarkan mereka ke tujuan yang ingin dicapai secara optimal. Hal ini dapat dicapai dengan melibatkan serta mendidik mereka dalam perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran. Sedangkan istilah Menyenangkan dimaksudkan bahwa proses pembelajaran harus berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mengesankan. 


Secara umum, tujuan penerapan model PAKEM ini adalah agar proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dapat merangsang aktivitas dan kreativitas belajar peserta didik serta dilaksanakan dengan efektif dan menyenangkan. Model pembelajaran ini merupakan salah satu alternatif solusi untuk menciptakan lulusan (outcome) yang berkualitas, kompetitif dan unggul.

1) Pembelajaran Aktif (Active Learning)
Pembelajaran aktif merupakan model pembelajaran yang lebih banyak melibatkan peserta didik dalam mengakses berbagai informasi dan pengetahuan untuk dibahas dan dikaji dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga mereka mendapatkan berbagai pengalaman yang dapat meningkatkan kompetensinya.
Model pembelajaran aktif ini, meniscayakan adanya minimalisasi peran guru di kelas. Guru lebih memposisikan dirinya sebagai fasilitator pembelajaran yang mengatur sirkulasi dan jalannya proses pembelajaran dengan terlebih dahulu menyampaikan tujuan dan kompetensi yang akan dicapai dalam suatu proses pembelajaran.

2) Pembelajaran Kreatif (Creative Learning)
Pembelajaran kreatif merupakan proses pembelajaran yang mengharuskan guru untuk dapat memotivasi dan memunculkan kreativitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan beberapa metode dan strategi yang variatif, misalnya kerja kelompok, pemecahan masalah dan sebagainya.

Pembelajaran kreatif ini diharapkan peserta didik mampu memunculkan kreatifitas, baik dalam konteks kreatif berpikir maupun dalam konteks kreatif melakukan sesuatu. Kreatif dalam berpikir merupakan kemampuan imajinatif namun rasional.

Terdapat empat tahap dalam peningkatan kebiasaan berpikir kreatif, yakni:

  • Persiapan, yakni proses pengumpulan berbagai informasi untuk diuji
  • Inkubasi, yakni suatu rentang waktu untuk merenungkan hipotesis informasi tersebut sampai memperoleh keyakinan bahwa hipotesis tersebut rasional 
  • Iluminasi, yakni kondisi menemukan keyakinan bahwa hipotesis tersebut benar, tepat dan rasional
  • Verifikasi, yakni pengujian kembali hasil hipotesis tersebut untuk dijadikan sebuah rekomendasi (Rosyada, 2003: 107).
Sedangkan kreatif dalam melakukan sesuatu adalah kemampuan peserta didik dalam menghasilkan sebuah kegiatan atau aktivitas baru yang diperoleh dari hasil berpikir kreatif dan mewujudkannya dalam bentuk sebuah hasil karya yang baru.

3) Pembelajaran Efektif (Effective Learning) Pembelajaran dapat dikatakan efektif jika peserta didik mengalami berbagai pengalaman baru (new experiences) dan perilakunya menjadi berubah menuju titik akumulasi kompetensi yang diharapkan. Hal ini dapat tercapai jika guru melibatkan peserta didik dalam perencanaan dan proses pembelajaran.

Beberapa prosedur yang dapat dilakukan dalam melakukan proses pembelajaran efektif, yakni :

a) Melakukan Apersepsi (Pemanasan)
Apersepsi ini dilakukan untuk menjajagi pengetahuan dan memotivasi peserta didik dengan menyajikan materi yang menarik dan mendorongnya untuk mengetahui hal-hal yang baru.

b) Eksplorasi
Eksplorasi merupakan kegiatan pembelajaran untuk mengenalkan bahan dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki oleh peserta didik.

c) Konsolidasi Pembelajaran
Konsolidasi merupakan kegiatan untuk mengaktifkan peserta didik dalam pembentukan kompetensi, dengan mengaitkan kompetensi dengan kehidupan peserta didik.

d) Penilaian
Penilaian dimaksudkan sebagai kegiatan menghimpun fakta-fakta dan dokumen belajar peserta didik yang dapat dipercaya untuk melakukan perbaikan program pembelajaran.

Dengan demikian, dalam pembelajaran efektif, peserta didik perlu dilibatkan secara aktif, karena mereka adalah pusat dari kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi.

Selain itu, untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif, guru harus memperhatikan beberapa hal yang mendasar antara lain adalah pengelolaan tempat belajar, pengelolaan peserta didik, pengelolaan kegiatan pembelajaran, pengelolaan isi/materi pelajaran dan pengelolaan sumber belajar.

4) Pembelajaran Menyenangkan (Joyful Learning)
Pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) merupakan sebuah pembelajaran yang di dalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan peserta didik dengan tanpa ada perasaan tertekan. Guru memposisikan diri sebagai mitra belajar peserta didik di kelas, sehingga tidak ada beban bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.

Untuk mewujudkan proses pembelajaran yang menyenangkan ini, guru dituntut untuk mandesain materi pembelajaran dengan baik serta mengkombinasikannya dengan strategi pembelajaran yang mengedepankan keterlibatan aktif peserta didik di kelas, seperti simulasi, game, team quiz, role playing dan sebagainya.

Munculnya berbagai model tersebut sebenarnya secara substansial memiliki kesamaan tujuan dan bersifat saling melengkapi antara satu model dengan lainnya. Meskipun dalam istilah menjelma dengan nama yang berbeda.

Tidak semua model pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Setiap model memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Guru dapat memilih model yang dianggap cocok sesuai dengan keadaan yang sedang berlangsung.
Share This Article :

TAMBAHKAN KOMENTAR

Berkomentarlah dengan cerdas dan santun

Emoticon
2882994598725087150