Sunday, September 2, 2018

Pentingnya Kenalkan Kemajemukan pada Anak Sejak Usia Dini

Keluarga adalah lingkungan pertama bagi anak untuk memperoleh pendidikan, karena di sana anak mendapatkan pengaruh paling awal dalam pembentukan karakternya. Setiap orangtua tentu berharap agar anak-anaknya memiliki karakter yang baik termasuk sikap menghormati dan menghargai berbagai perbedaan yang dijumpainya. Oleh sebab itu, orangtua sebaiknya mengenalkan kepada anak-anaknya tentang kemajemukan bangsa Indonesia sejak dini pada diri mereka. 


Pentingnya menumbuhkan karakter anak pada usia dini karena karakter anak lebih mudah dibentuk dan akan berpengaruh pada pembentukan karakter mereka di usia selanjutnya. Melalui pendidikan di keluarganya, anak akan mulai belajar bersosialisasi, mengaktualisasikan diri, berpendapat, bahkan hingga berperilaku menyimpang jika salah dalam mendidik mereka. Oleh karenanya, peran orangtua sangatlah penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. 

Dalam bersosialisasi, anak akan menemukan banyak keragaman dan perbedaan. Keluarga menjadi tempat pertama dan utama bagi anak untuk mendapatkan pemahaman mengenai perlunya toleransi dalam menghadapi perbedaan tersebut. Keragaman agama, suku, budaya, ras, dan bahasa di Indonesia perlu dikenalkan kepada anak sebagai suatu kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia serta kekuatan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Pendampingan orangtua saat tumbuh kembang anak juga sangat diperlukan terlebih lagi peran orangtua sebagai teladan baik bagi anak-anaknya. Banyak hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengenalkan kemajemukan bangsa Indonesia pada anak, misalnya di rumah, orangtua dapat melakukan kegiatan bersama anak seperti bercerita atau membacakan buku-buku tentang keragaman agama, suku, adat, ras, seni, bahasa, dan budaya yang beraneka ragam yang dimiliki bangsa Indonesia. 

Selain itu, orangtua harus membiasakan diri untuk berbicara sopan dan santun kepada anak, seperti menggunakan kata-kata permisi, silakan, tolong, maaf, dan lainnya, sehingga anak akan meniru hal baik tersebut. Sikap sederhana lainnya yang dapat diajarkan kepada anak adalah menghargai privasi orang lain, misalnya anak diajarkan untuk mengetuk pintu sebelum masuk kamar anggota keluarga lain, meminta izin sebelum meminjam barang serta bertanggung jawab mengembalikannya, dan lainnya. 

Hal sederhana lain yang tidak kalah penting untuk dilakukan orangtua pada anaknya adalah menghargai dirinya sendiri agar dapat menghargai orang lain. Misalnya dengan mendengarkan orang lain berbicara tanpa memotong pembicaraannya, tidak membicarakan kejelekan orang lain, dan lainnya. Selain itu, ketika orangtua mendampingi anak menonton televisi, mengakses internet atau game online, dan lainnya maka di sana orangtua dapat menunjukkan tokoh dan situasi yang menarik untuk mengajarkan persamaan dan perbedaan akan karakter dari tokoh-tokohnya. 

Di lingkungan masyarakat, orangtua juga harus menjadi contoh dalam mengajarkan anak untuk terbiasa menghormati orang lain tanpa memandang usia, fisik, agama, suku bangsa, budaya, dan bahasa. Contohnya, orangtua dapat menunjukkan teman atau saudara yang berbeda keyakinan namun tetap bisa berbaur akrab. Kemudian orangtua juga harus memberikan pemahaman pada anak untuk tidak memaksakan kehendak pada orang lain dan tidak mengganggu orang lain yang sedang beribadah. 

Bila anak sejak dini sudah diajarkan pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai semua orang tanpa peduli pada latar belakangnya, tentu anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter baik, termasuk sikap rukun dan toleran. Selain itu, anak akan lebih mudah dalam bergaul karena dapat menyesuaikan diri dalam segala situasi, menjadi pendengar yang baik, lebih peka terhadap kondisi orang lain, mudah bekerjasama, dan lainnya. Tentu hal itu memerlukan komitmen dan konsistensi orangtua terhadap hal-hal baik yang diajarkan kepada anak-anaknya di kehidupan sehari-hari mereka. 

Tumbuhkan Karakter Bersahabat 
Karakter bersahabat adalah sikap yang akrab, menyenangkan, dan santun dalam berbicara, bergaul, dan bekerjasama dengan orang lain. Sebagai orangtua tentu ingin anak-anaknya mampu bersahabat dengan orang lain sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan sesamanya. Karakter bersahabat pada anak perlu ditumbuhkan orangtua agar mereka mudah menyesuaikan diri dalam segala situasi, menghargai perbedaan, peka terhadap masalah sosial, dan disukai orang lain serta mengurangi perilaku negatif seperi perundungan dan lainnya. 

Karakter bersahabat ini akan terbentuk seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, langkah apa saja yang harus dilakukan orangtua untuk menumbuhkan karakter bersahabat tersebut pada anak? 

Pertama, orangtua harus mengajarkan anak menjadi pendengar yang baik ketika mendengarkan pendapat orang lain dan tidak memotong pembicaraan orang lain hingga selesai. Kedua, orangtua harus mengajarkan anaknya berkomunikasi dengan baik dan santun kepada siapa pun. Hal itu dapat meliputi pengucapan salam sambil tersenyum ketika bertemu, melakukan kontak mata dengan lawan bicara, menggunakan kata-kata positif saat berbicara, menggunakan kalimat sederhana dan mudah dimengerti serta dipahami, mampu mengungkapkan keinginan dan perasaannya serta menggunakan bahasa tubuh yang baik saat berkomunikasi. 

Selanjutnya, orangtua juga harus mengajarkan anaknya menghormati orang lain sebagai salah satu cara menumbuhkan karakter bersahabat. Bisakan anak untuk memberikan pujian kepada orang lain dan menghargai perbedaan baik usia, agama, ras, suku, dan bahasa serta tidak bersikap sombong. Selain itu, anak juga perlu diajarkan untuk menepati janji, mengucapkan kata tolong ketika membutuhkan bantuan orang lain, meminta maaf bila berbuat salah kepada orang lain, dan meminta izin menggunakan barang orang lain serta mengucapkan terima kasih setelah selesai menggunakannya. 

Selain itu, orangtua pun perlu mengajarkan anaknya perihal berkolaborasi dengan orang lain. Ajak anak untuk berteman dengan siapapun tetapi tidak untuk memaksakan kehendaknya kepada orang lain. Ajarkan juga kepada anak pentingnya bergotong royong dan mengutamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Kemudian orangtua juga perlu mengajarkan anaknya untuk memberikan perhatian terhadap orang lain. Misalnya, menghibur orang lain yang sedang bersedih, membantu orang lain yang sedang kesulitan, berbagi dengan orang lain, dan terlibat aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.

Hanya seorang gelandangan yang sedang mencari tujuan hidup

Berkomentarlah dengan cerdas dan santun
EmoticonEmoticon